TfY0BSA6BUziGUd7TSGlTpA6Gd==

Fenomena Pemilu Indonesia Saat Ini dan Apa Untung Ruginya Bagi Rakyat

 



saluraan5.com Pemilu Indonesia 2024 hari ini menjadi sorotan publik dimana edukasi tentang pemilu jujur dan adil tidaklah menjadi sarana utama para kandidat yang mencalonkan diri melainkan lebih menonjolkan sikap ketidak pedulian yang penting lolos mencapai kursi pesohor.

Bebagai pendapat tentang pemilu di Indonesia yang telah menjadi brand perlobaan demokrasi yang secara terang-terangan menkelabui amanat undang-undang dasar mengisyaratkan bahwa negeri ini makin sulit mencapai demokrasi yang mumpuni.

Sobat, sekalian tulisan ini saya bawa dalam ruang blog sederhana ini sebagai respek saya terhadap politik tanah air yang sudah tidak lagi melihat apa itu kejujuran dan rasa hormat asal bapak senang kami pun rela tenggelam.

Bukan jadi persoalan utama keputusan Makamah Konstitusi meloloskan Gibran Rakabuming Raka ambil bagian pada pemilu 2024 sebagai Cawapres tetapi lebih dari itu.

Apa yang saya katakan diawal tadi tentang edukasi kepada pemilih jauh lebih mahal ketimbang memperdebatkan hal yang sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi. Maksudnya adalah bahwa materi-materi dalam kampanye sudah jarang terdengar menyampaikan bahkan mengajak masyarakat memilih tanpa mengharapkan imbalan (uang).

Pada artikel Menakar Caleg Pulau Lembeh Lolos ke DPRD Kota Bitung dimana disitu disebut "ada uang ada suara" bukan lagi sekedar isu tetapi sudah menjadi konten terbuka para pihak yang berkepentingan memperlihatkan cara-cara yang tak wajar tersebut

Lantas bagaimana cara mehilangkan fenomena lima tahunan tersebut bagi rakyat yang jika di kaji secara akal sehat tidak ada untungnya mala sebaliknya paling banyak menuai kerugian.

Bila metode ini tidak segera dihentikan maka kita sebagai pelaku politik hari ini sementara memberikan pendidikan kebodohan bagi masyarakat Indonesia. 

Memang diakui sebagai warga masyarakat awam pasti bila diberikan uang oleh seorang calon baik itu Presiden/Wakil Presiden, DPR maupun DPD pasti sangat senang padahal undang-undang dasar terus dibohongi lepas dari ketidak tahuan bersangkutan.

Pertanyaannya apakah itu hal biasa? jawabannya tidak

Dari persepsi tadi terkesan baik karena sudah membantu orang tetapi caranya tidak dibenarkan sebab semua dilakukan atas dasar kepentingan diri sendiri yang penting tujuan tercapai.

Saya berharap untuk kedepannya pemilihan umum di Indonesia semakin berkualitas dengan tidak melakukan politik uang, mari mulai mengedukasi rakyat kita dengan tidak memberikan uang.Siapa yang memulainya? seluruh rakyat Indonesia itu paling penting.

(ds)

Komentar0

Berkomentarlah dengan sopan dan saling menghargailah kita

Type above and press Enter to search.